<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/4516292317215785572?origin\x3dhttp://extraordinaryme95.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Friday, April 23, 2010 . 9:07 PM

Kehidupan Sang Elang

elang, unggas dengan umur paling panjang di dunia. mencapai 70 tahun. untuk mencapai umur tersebut, seekor elang harus membuat keputusan pada umur 40. karena cakarnya mulai menua, paruhnya panjang dan bengkok. elang hanya memounyai dua pilihan : menunggu kematian atau mengalami suatu proses transformasi 150 hari.

elang harus terbang ke atas puncak gunung, membuat sarang di tepi jurang. elang hatus mematukkan paruhnya pada batu karang samapi paruh terlepas dari mulutnya, lalu berdiam lama menunggu tumbuhnya paruh baru. ia harus mencabut satu per satu cakarynya. lima bulan kemudiab, bulu bulu elang yang baru sudah tumbuh. dengan paruh dan cakar baru, elang tersebut mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi!

kita harus rela untuk meninggalkan perilaku lama kita agar kita dapat mulai terbang lagi menggapai tujuan yang lebih baik di masa depan., mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yang terpendam, mengasah keahlian baru dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan. halangan terbesar untuk berubah adalah diri sendiri. kita adalah elang elang itu. GO ARROW GENERATION! :)